Maafkanlah Aku Mencintaimu
Termenung di kesepian malam memanglah tidak menyenangkan . Tak ada bulan
dan bintang yang mau menghiburku,.Yang ada hanyalah suara katak dan jangkrik
yang berkumandang,suara itu hanyalah menambah kesunyianku malam ini.Hanya air
mata yang menjadi teman karibku.Tiba-tiba aku teringat dengan kata-kata orang
yang aku sayangi,Ben namanya.Tadi siang dia berkata padaku dengan begitu angkuh
dan yang pasti dengan begitu kasarnya,
“udahlah
lo gak usah ganggu hidup gue lagi,gue muak lihat muka lo yang setiap hari
nongol di depan gue.”
Di saat itu
juga aku hanya bisa terdiam dan termenung melihat orang yang aku sayang bisa
berkata seperti itu di depanku.Rasanya
tuh sakit banget ,aku memang sayang ama orang yang salah,tapi apalah dayaku,ini
semua telah terjadi.Tapi untuk melupakan dia itu sungguh tidaklah mudah,aku
telah mengenalnya lebih dari 5tahun.Dan aku
tahu betul sifatnya,tapi kenapa aku malah menyayanginya..???
Hari
senin adalah hari yang berat buatku,karena aku masih teringat kata-kata Ben
yang kemarin.Sungguh tidak terduga,di
jalan aku bertemu dengan Ben,dia berhenti di depanku.
“Na
maafin aku ya,aku tahu aku salah tapi aku gak bermaksud untuk bilang kayak
gitu”
Kata Ben di depanku.Aku tak bisa berbuat apa-apa ,aku hanya terdiam
dan menangis melihat dia berkata seperti itu.Tanpa ku sadari tangan Ben
bergerak dan perlahan dia mengusap air mataku.Dia berkata ., “Na....udah jangan
nangis.Aku minta maaf ya,aku nyesel dah nglakuin itu semua.”
“Kamu
gak tahu gimana rasanya itu,dan gak semudah itu untuk melupakan semuanya.”
Kataku dengan nada lemah di iringi air mataku yang mengalir.
“Terus
aku harus gimana agar kamu bisa maafin aku ???” kata Ben sambil memegang
pundakku.
“Kamu
tu dah keterlaluan”
“Baik
terserah aja apa kata kamu,tapi please maafin aku”
“Tuh
kan gak perduli,udah berkali-kali kamu ngomong kayak gitu.Tapi gak pernah kamu
buktiin.Inget ya Ben,aku tuh perempuan,sama kayak pacar kamu ,.Aku juga pengen
di hargai” kataku dengan sambil menangis.
“Iya
aku tahu,tapi aku sayang ma kamu”
“Sayang
tapi gak ada bukti itu gak ada artinya buat aku.Udahlah Ben mendingan kamu
urusin aja tu pacar kamu yang sok cantik.”
“Tapi
Na aku tuh sayang banget ma kamu,”
“Emang
kamu kira kalo kamu ngomong kayak gitu,aku terus percaya??? Kalo kamu sayang ma
aku,kamu gak akan nyakitin aku.”
“Tapi
kemarin aku.....” Ben mau menjawab tapi dia ragu,lalu ku potong pembicaraannya.
“Halah
banyak alasan kamu,mending urusi tu pacar kamu.” Kata-kataku yang memotng
perkataan Ben.Saat itu juga aku dah gak peduli ma kata-kata Ben.Sebenarnya aku
sangat tersiksa bilang kayak gitu ama Ben,tapi gimana lagi dia slalu aja
nyakitin aku.Maeskipun dia bilang sayang dan cinta ma aku,tapi apa lah arti
semua itu kalo di samping dia udah ada
yang lain.Saat aku masuk ke sekolah ,dia langsung pergi.Huft katanya
sayang,baru kayak gitu aja dah pergi.
Saat
aku pulang sekolah,aku lihat Ben udah ada di depan sekolah,aku lewat di
sampingnya tanpa sepatah kata pun untuknya.Saat aku lewat dia bilang.....
“Na
please maaf maafin aku “ Aku bingung mau bilang apa,tapi saat aku jalan,kepalaku
terasa pusing dan berat.Dan tiba tiba aku terjatuh tak di sengaja Ben
menangkapku dan aku pun seketika terbangun dan melihat wajah ben yang rupawan
itu.Aku seperti tak bisa terbangun dan berpindah dari pelukan ben.Hingga dia
yang menyadarkanku sendiri
“Na
kamu gak papa kan.??”
“hem
ya,,,aku nggak papa.makasih dah nolong aku.Dan tolong lepasin tangan kamu itu.”
“Oh ya maaf ya dah lancang.”
“Iya
gak papa.Yaudah aku pulang dulu”
“Tapi
apa gak sebaikya kita ngobrol dulu”
“apa
yang harus kita obrolin”
“kan
masalah kita belum selesai”
“masalah
yang mana?”
“owh
jadi kamu udah gak marah lagi ma aku.Yuk aku antar kamu pulang” kata ben yang
lalu menggandeng tanganku.
“lepasin,.jangan harap kalo aku udah gak
marah lagi ma kamu terus aku mau kembali ma kamu.”
“tapi
alasannya apa?”
“denger
ya ben,aku emang udah sakit karena
kamu.Tapi aku bisa ,maafin itu semua.”
“tapi
kenapa kamu gak mau kita balikan?”
“Orang
tua aku gak suka aku deket ma kamu Ben ,.” Kata ku yang lalu menghindar dari
hadapan Ben.
“tapi
kenapa.?” Ben berjalan mengikutiku.
“karena
semua tingkah laku kamu dan juga sifat kamu”
“owh
itu,udahlah ntar juga berubah sendiri.kamu yakin aja .Lagian orang tua kamu
juga pasti percaya kalo ntar aku pura-pura baik di depan mereka.Dan mereka akan
merestui kita.Gampang kan.?”
Setelah
mendengar ucapan itu,tanganku tiba-tiba bergerak dan menampar pi pi Ben 2
kali.Aku tak percaya ben bisa ngomong kayak gitu.Aku kecewa karena dia sudah
menganggap orang tuaku seperti orang yang bodoh.
“keterlaluan
kamu Ben.Kamu anggap apa ayah dan bundaku.Emang mereka bener kalo aku harus
ninggalin kamu Ben.Karena kamu hanya bisa ngajarin hal yang gak baik buat aku.”
“maaf
banget Na aku gak sengaja ngomong kayak gitu .Tolong kasih aku kesempatan
sekali lagi buat buktiin kalo aku tuh pantes buat kamu.”
“Gak
sengaja kamu bilang ,berarti kata-kata itu udah ada dalam pikiran kamu.Ah udah
lah ben gak usah banyak janji”
“ok.kalo
gak percaya aku akn buktiin semuanya ke kamu,dan keluarga kamu kalo aku bisa
jadi yang terbaik buat kamu.Met tinggal dan maafin aku kalo udah banyak
ninggalin kamu” setelah itu ia mencium keningku,aku hanya bisa menangis menahan
kepedihan yang aku rasakan.Dan Ben pun langsung naik ke motornya dan langsung
pergi meninggalkan aku sendirian.
Semuanya
sudah terjadi dan tak mungkin untukku bisa melihat senyum Ben lagi.Dia sudah
pergi meninggalkanku,mungkin dia sudah tak tahan lagi untuk menghadapi
keluargaku yang sangat angkuh dan dingin terhadap Ben.Dan kini tak ada lagi
orang di sampingku yang selau ada di samping ku,tak ada lagi orang yang mau
memberikan pundaknya di saat aku ingin bersandar,dan juga tak ada lagi tangan
yang lembut yang akan menghapus air mataku di saat aku menangis.
Karena
rasa penyesalanku itu,aku tak sadar kalo aku sedang berjalan di pinggir
jalan,dan aku pun tak tahu kalau ternyata di belakangku ada motor yang begitu
kencang menyrempetku,dan aku terjatuh.Orang itu pun kemudian berhenti dan
menolongku.
“Eh
maaf banget aku gak sengaja,kamu gak papa kan.” Kata cowok itu yang mengulurkan
tangannya untuk menolongku.Dan aku pun menerima uluran tangannya itu.
“oh
ya gak papa Cuma lecet sedikit kok.Aw..” aku memang bilang lecet sedikit tapi
ternyata aku sulit berjalan,dan ternyata kakiku berdarah lumayan banyak.
“itu
bukan Cuma lecet biasa,tuh liat darahnya keluar banyak banget.Kalo gitu aku
antar kamu ke rumah aku dulu ya,rumahku gak jauh dari sini kok.” Kata cowok itu
yang lalu mengantarku ke rumahnya.Rumahnya tak jauh dari tempat kejadian
tadi,setelah sampai dia membawaku masuk kerumahnya dan mempersilakan duduk.
“kamu
duduk dulu ya,aku mau ambil kotak P3K dulu,anggap aja seperti rumah sendiri.”
Aku hanya tersenyum menanggapi pembicaraannya itu,kta-katanya yang ramah
membuatku sejenak lupa dengan kesedihanku,entah kenapa aku merasa nyaman di
dekatnya meskipun aku baru mengenalnya beberapa menit yang lalu.Tuhan seperti
mengirimkan pengganti Ben.
“hey
kenapa melamun,gak usah takut,aku gak akan nyakitin kamu.Nich aku bawai minum
pasti kamu haus kan”
“Em
iya,makasih.Aku minum dulu ya.” Saat aku minum dia membersihkan luka di kakiku
“maaf
ya aku sentuh kaki kamu dulu.” Kata dia yang sambil membersihkan kakiku dengan
hati-hati,.
“iya
gak papa.Aw sakit.” Aku menjerit kesakitan.
“owh
maaf”
Dia begitu
berhati-hati,sentuhannya begitu halus,sehalus kata-katanya.
“oh
iya lupa ,kita belum kenalan.Aku Alvin,kamu?” kata dia sambil mengulurkan
tangannya.
“aku
Nana,.maaf ya vin jadi ngrepotin kamu”
“yang
harusnya minta maaftu aku bukan kamu.Karena gara2 aku kamu jadi kayak gini.”
Aku dan Alvin
pun langsung akrab,aku nyaman setiap berbicara dengannya karena dia sangat
sopan dan sangat menghargai perempuan.Tak terasa ternyata kami sudah ngobrol lebih dari 3 jam,.Alvin satu kelas di
atasku,tapi kami tidak satu sekolahan.
“astaghfirullah
udah jam 4,waktunya shalat ashar Na.kamu mau ikut.?”
“maaf aku lagi
gak sholat.aku di sini aja yah”
“baiklah kalo
gitu.aku tinggal dulu ya.”
Aku tidak
menyangka ternyata Alvin sangat tertib shalat,dan ia tidak mau meninggalkan
kewajibannya meskipun ia dalam keadaan senang.
15menit kemudian Alvin keluar dan dia masih memakai
peci,.
“subhanallah......”
“kenapa Na.?”
“oh gak papa
kok,kalo gitu aku pulng dulu ya.?” Aku bicara dengan gugup karena melihat wajah
Alvin yang begitu terlihat cerah dan damai.
“kalo gitu aku
antar kamu pulang ya.”
Aku tak
percaya,ternyata masih ada orang yang msih perduli dengannku selain ben.Dia
mengantarku sampai ke rumahku,setelah dia sampai kerumahku,dia meminta izin
untuk bertemu dengan Bundaku.Dia meminta maaf karena telah mebuatku pulang
terlambat.Dan tak seperti waktu aku membawa Ben pulang,bunda selalu marah
dengan Ben karena telah membuatku pulang terlambat,.Bundaku malah tersenyum
dengan Alvin,menandakan kalo bundaku setuju kalo aku dengan Alvin.
“baiklah tante
sudah sore,saya pamit dulu .”
“oh
iya,makasih ya sudah mengantar Nana pulang.Jangan kapok main kesini ya.”
“iiya
sama-sama.Insya allah saya tidak kapok.wassalamualaikum tante,Nana.”
“walaikumsalam”
jawabku dan bunda.Setelah Alvin pulang
Bunda langsung tersenyum padaku dan mengelus rambutku dan berkata
“Sayang,Bunda
bangga sama kamu nak,kamu udah bisa ninggalin cowok nakal itu.Dan sekarang kamu
sudah mendapat yang lebih baik,sopan,sholeh lagi,.Bunda sangat setuju kalau
kamu berpacaran dengan Alvin,Bunda yyakin kamu akan menjadi anak yang baik”
“ya bun.” Aku
hanya menjawab perkataan bunda dengan singkat karena bagaimanapun aku masih
mencinati ben dan aku juga masih mengharapkannya,dan aku juga baru kenal dengan
Alvin.hanya waktu yang bisa menjawab harus dengan sisapa cintaku akan berlabuh.
6bulan sudah
aku kenal dengan Alvin,Alvin sangat baik.Meskipun kami tidak satu sekolah kami
berangkat dan pulang sekolah bersama.Dia selalu menjemputku,kami pun kini
menjadi sahabat yang begitu saling membutuhkan.Dia selalu mengisi kekosongan
dalam hidupku,aku juga sering curhat tentang Ben,dan dia pun meresponny dengan
baik.Dia juga membantuku untuk mencari informasi tentang ben tapi kami tidak
pernah menemukannya,hingga suatu saat aku hampir putus asa dan Alvin
menguatkanku untuk tetap semangat.
“ah udah ah
vin capek aku,aku mau berhenti aja.”
“eh ya jangan
putus asa dulu,ini pasti ada jalannya kok.Tenang aja,aku akan bantuin kamu kok”
“nha ini yang
aku suka dari kamu,kamu sahabat yang setia banget.”
“yah Cuma
sahabat ya,.Hem gak papalah daripada gak di anggap.”
“emangna Alpin
mauna jadi apa tiiichhh....”
“aku maunya
jadi patal amu..”
“HAHAHAHAHAAHAHAHA”
aku dan Alvin tertawa bersama,sebenernya
dalam hati ku berharap kalo itu bukan hanya canda tawa semata.Andai kamu tau
Vin kalo sebenernya aku punya rsa ke kamu,tapi aku juga gak berharap kamu suka
ma aku,karena aku juga masih mencintaii Ben.
Sepulang
sekolah Alvin membawaku ke taman,raut wajahnya berbeda dengan
biasanya.Tiba-tiba aku empunyai pikiran kalo Alviiin mau pindah dan ninggalin
aku seperti Ben
“Ini bukan
acara perpisahn untuk kita kan Vin.”
“Bukan,,,,”
“kamu gak akan
ninggalin aku di sini kan Vin...”
“gak akan....”
“vin kenapa
sich kok jawabnya singkat terus.Kamu lagi gak marah sama aku kan Vin.”
“enggak...”
“Kamu kenapa
sih Vin dari tad...” jari Alvin langsung menunjuk bibirku,itu tandanya kalu dia
menyuruhku diam.
“sssssssssssssssstttttt,sekarang
gantian aku yang ngomong”
“tap....”
“ssssssssssst sebentar aja.Ok aku mulai,Nana sahabatku yang
baik.Udah 6bulan aku kenal kamu,aku juga udah tahu sifat kamu dan bagi aku kamu
adalah sosok perempuan yang baik,tulus,dan tidak suka aneh-aneh.6bulan ku lalui
dengan kamu,membuat aku bahagia,.Aku merasa nyaman dan bahagiia saat bersama
kamu.Bagi aku waktu 6 bulan itu bukan waktu yang singkat,dan juga waktu 6bulan
bukanlah waktu yang terlalu cepat untuk mengungkapkan perasaanku ke kamu.Aku
ingin kamu tahu kalo aku cinta dan aku sayang sama kamu.”
“kamu nggak
bercanda kan Vin.?” Tanyaku pada alvin ,jujur aku tak mempercayainya karna
selama ini aku tak melihat tanda-tanda kalo dia punya perasaan ke aku.Air
mataku pun langsung mengalir mendengarnya.
“enggak
kok.aku serius.kenapa kamu nangis,aku ngecewain kamu.?? Maaf kalo dengan ini
aku ngecewain kamu.” Kata alvin dengan lembut dan mengusap air mataku.
“Aku gak
kecewa.Tapi kenapa kamu gak pernah mengatakannya dari dulu.”
“karna aku tau
kalo kamu masih mencintai Ben.Aku gak mau ngecewain kamu.” Mendengar kata-kata
itu aku langsung memeluk Alvin dan yang pasti masih menangis..
“Alvin,,,maafin
aku udah egois dan gak peka terhadap kamu.Aku gak bisa bayangin gimana perasaan
kamu saat aku cerita tentang ben.” Kta-kataku yang dengan nada terisak.
“Gak papa ,aku
akan tetap tesenyum kok walaupun sedang terluka.Aku gak mau melihat kamu seih
kalo kamu tau aku sakit.”
“Vin
maaf,sebenaranya aku juga mempunyai perasaan yang sama ke kamu .Tapi aku gak
bisa mengungkapkan itu semua.”
“apa? Kmu
serius? Tapi kenapa kamu gak bilang dari dulu,?” di melepas pelukanku dan
tersenyum melihatku.
“(aku
mengangguk) maaf,akau gak bilang karena selain aku mencintai kamu,aku juga
masih mengharapkan ben.Aku belum bisa melapakn ben,.maaf ya Vin” wajah alvin yang tadinya tersenyum
kini berubah menjadi raut kekecewaan.
“gak papa
Na,itu pun udah cukup buat aku.menurut
aku cinta yang tulus itu tidak harus memiliki orang yang di cintainya
untuk mendapat kebahagiaannya,tapi cinta yang tulus akan bahagia jika di bisa
melihat orang yang di cintainya bahagia.”
“makasih ya
Vin..” tiba-tiba ada seorang cowok datang dan berbicara dengan aku dan
alvin,ternyata itu ben.
“wow hebat
ya,ternyata kamu setia sama aku Na,.Lihat na aku dah berubah jadi lebih baik
seperti yang kamu inginkan.Aku yakin kok kalo kamu akan nungguin aku.Dan
makasih karna kamu tidak memilih cowok lain untuk gantiin aku.” Kata benyng
datang mendekatiku
“makasih ya
brow udah ngejagain bidadari gue,oh ya kenalin gue Ben.”
“iya aku udah
tau.nana udah cerita banyak tentang kamu kok.” Kata alvin dengan nada kecewa
“kamu udah
berubah yah ben....” kata ku
“kan aku udah
janji kalo aku akan berubah buat kamu.Na kamu kenapa nangis”
“oh iya
makasih ya,gak papa kok”
“oh
yaudah kalo gitu kita jalan-jalan yuk.aku udah kangen banget ma kamu.” Ben terlihat begitu senang,sementara aku
gelisah dan Alvin merasa kecewa.aku dan alvin bertatapan lumayan lama,sehingga
Ben pun mengetahuinya.dan menegur
“hey
ada apa ini kok malah bertatapan sich.Jangan bilang kalo kalian......”
“ok.ok.aku
akan jelasin,Ben maafin aku ya ternyata aku tifdak seperti yang kamu kira.Aku
tidak setia karena aku telah mencintai cowok lain yaitu Alvin.Aku juga gak mau
semua ini terjadi tapi aku masih tetap mencintai kamu ben” kataku dengan
menangis
“Na...udah
na kamu pilih dia,jangan di terusin” saran alvin
“udah
vin gak papa kok.Untuk ben dan alvin aku minta maaf.”
“ok,aku
maafin.tapi kamu tetep milih aku kan.? “ kata Ben.
Saat
ben berkata seperti itu Ben dan Alvin memandangku dengan penuh harapan,aku
hanya bisa menangis an menyesalisemuanya,,
“Nana
sayang kamu pilih aku kan.?” Mohon ben padaku,dengan tangis aku menjawab
“maaf
ben aku gak bisa,milih kamu.”
“jadi
kamu lebih dia di banding aku ,yang udah berkorban banyak untuk kamu NA.?”
“Nana.......?”
tanya alvin
“maaf
ben ,maaaf juga buat kamu vin,aku gak bisa memilih salah satu dari kalian.karena
aku menyayangi kalian berdua.”
“tapi
na,,kamu harus milih...”
“udahlah
ben gak usah paksa aku untuk memilih karena aku gak akan bisa memilih.”
Bentakku
“baiklah kalo
itu udah keputusan kamu,Na.tapi aku akan tetap menunggu kamu sampai kamu siap”
kata alvin.ben pun tidak bisa berkata-kata.
“iya vin.Maaf
banget untuk kalian karena aku udah menyakiti kalian.”
Setelah
itu aku pergi meninggalkan mereka berdua dengan perasaan sedih.Andai kamu tahu
Vin,sebenernya hati aku telah memilih kamu.Tapi aku gak mau nyakitin ben.Kalau
memang kamu akan menungguku ,aku akan jaga cinta ini untukmu dan aku akan
kembali padamu kelak.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar